Sistem ini ternyata membutuhkan biaya yang besar sejalan dengan penambahan jumlah inverter yang digunakan. Penambahan inverter ini akan menyebabkan gelombang sinus yang dihasilkan akan semakin baik, semakin halus. Bagian terpenting dari UPS : Bagian bagian penting dari UPS terdiri 3 bagian . Setiap bagian mempunyai elemen-elemen pendukung yang fungsinya hampir sama[1]. Yaitu :

  • Rectifier-Charger Pada bagian ini merupakan rangkaian yang umum dipakai dalam pengisian baterai. Namun rangkaian inilah yang menjadi titik berat sistem UPS. Pada prinsipnya blok rectifier-charger ini akan mensuplai daya yang dibutuhkan oleh inverter dalam kondisi terbeban penuh dan pada saat itu juga dapat mempertahankan muatan di dalam baterai backup. Selain itu blok ini harus mempunyai batasan yang cukup tinggi dalam hal kemampuan mengalirkan daya ke output yaitu sebesar 125 -130%. Jadi seandainya beban meningkat sampai 125% dari batas daya yang diijinkan maka blok ini harus masih bisa memberikan daya ke bagian inverter tanpa ada penurunan performa. Batasan sebuah sistem UPS yang baik menurut standar NEMA (National Electical Manufacturer Association) adalah dapat memberikan daya 100% terus-menerus (continous load) dan 2 jam pada beban 125% tanpa terjadi penurunan performa (kerusakan). Dalam hal baterai, baterai masih dapat dikategorikan sebagai kondisi layak pakai adalah baterai yang masih mampu memberikan daya 100% selama 1 jam jika lama pengisiannya selama 8 jam (ditentukan oleh manufaktur baterai).

 

  • Inverter Pada bagian selanjutnya disebut bagian Inverter . Tugas utama dari sebuah inverter adalah merubah tegangan direct current (DC) dari rangkaian rectifier-charger menjadi tegangan alternating current (AC) yang berupa sinyal sinus setelah melalui pembentukan gelombang dan rangkaian filter. Tegangan output yang dihasilkan harus stabil baik amplitudo tegangan maupun frekuensi tegangan yang dihasilkan, distorsi yang rendah, tidak terdapat tegangan transien serta tidak dapat diinterupsi oleh suatu keadaan

 

 

  • Transfer Switches Bagian selanjutnya dinamakan bagian Transfer Switches atau saklar pemindah. Pada umumnya saklar pemindah dibagi menjadi 2 bagian yaitu ; 1. Electromekanikal 2. Static Pada saklar elektromekanikal dibangun dari relay-relay yang salah satu terminal mendapatkan suplai tegangan dari suplai konvensional dan yang lain dari sistem UPS. Pada sistem saklar statis digunakan komponen semikonduktpr seperti Silicon Controlled Rectifier (SCR). Pada dasarnya penggunaan SCR akan lebih baik karena kecepatan peralihan pada saklar elektromekanikal terlalu lama yaitu sekitar 50 sampai 100 mili second (ms) jika dibandingkan dengan operasi pemindahan yang dilakukan dengan SCR yang hanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 ms.

 

 

KESIMPULAN Kegagalan catu daya sesaat dapat mengakibatkan kerusakan hadware maupun software serta kerugian waktu dalam hal mengamankan data. Dengan menggunakan UPS dapat mencegah kerusakan software dan hardware akibat dari kegagalan catu daya listrik PLN, kemungkinan Operating system files corrupt, kemungkinan Data files lost, kerugian waktu dan besarnya biaya untuk mengembalikan sistem kembali up/normal, berkurangnya loyalitas customer karena sistem sering down, usia pakai komputer akan lebih singkat dan biaya operasional menjadi besar.

 

SARAN Sebaiknya setiap pemakaian kompouter harus di pasang perangkat UPS agar komputer tidak cepat rusak .