UPS terbagi menjadi 3 bagian pokok, yaitu Inverter atau pembangkit tegangan (komponen utamanya adalah trafo, diode, dan mosfet), Baterai (Sumber daya utama untuk fungsi backup)dan regulator (mengatur fungsi UPS terdiri dari rangkaian elektronik seperti IC, dan komponen lain). Baterai bertindak sebagai komponen yang menyediakan cadangan listrik ketika tak ada lagi pasokan dari sumber utama(PLN); serta menghidupi fungsi regulator). Inverter bertugas untuk merubah tegangan DC dari baterai supaya menjadi tegangan AC 220V yang digunakan untuk membackup listrik ketika sumber utama padam. Regulator adalah “otak” UPS, yang berperan untuk mengatur fungsi : Pengisian ulang baterai jika baterai berkurang tegangannya serta memutus pengisiannya jika baterai sudah penuh, dan mengaktifkan Backup Daya ketika listrik utama padam serta memberlakukan fungsi normal jika ada arus dari PLN; yaitu otomatis menyambung atau pemutus saklar(relay).

 

Analisa kerusakan

 

Dengan mengetahui prinsip sederhana UPS diatas, maka kita bisa menganalisa jika ada kerusakan.

 

 Kasus yang umum : Jika listrik utama padam, komputer ikut mati seketika pada saat itu juga. Berikut cara-cara memeriksanya : Pertama periksa dulu sekring,cari tahu kemungkinannya jikalau putus. Jika sekring masih baik, buka casing UPS, lepas konektor batterai, dan bersihkan jika ada kemungkinan korosi. Cobalah untuk menyambungkan output UPSnya dengan lampu 220V. Jika lampu tidak menyala, berarti bukan karena masalah konektor yang korosi. [Catatan: jangan colokkan UPS ke daya listrik utama/PLN] Lepas kembali baterainya, kemudian test baterai menggunakan VOLT meter/multi tester. Tegangan harus sesuai dengan yang ada pada casing baterai. Jika tegangan baterai kurang dari yang tercantum pada casing bahkan tak ada tegangan samasekali, artinya batterai sudah tidak bisa membangkitkan inverter dan UPS tak berkerja. Jika demikian kemungkinan besar baterai sudah tak bisa lagi dipakai untuk UPS, karena seharusnya batterai akan terisi kembali(charged) otomatis


CARA MEMPERBAIKI UPS RUSAK MATI TOTAL

 

UPS merupakan salah satu perangkat pendukung Komputer yang paling vital, walaupun tanpanya komputer masih bisa dihidupkan. Belum tahu apa itu UPS? Baca dulu yang ini. Bagi para pengguna PC yang mengandalkan listrik dari PLN, VPS wajib untuk antisipasi jika ada pemadaman listrik. Perlu diketahui bahwa komputer yang sering mati tanpa proses shutdown lebih cepat rusak, baik hardware utama seperti hardisk dan registry sistem OS. Seperti halnya perangkat elektronik lain, UPS suatu saat juga pasti mengalami kerusakan.

Cara memperbaiki jika yang rusak selain baterai : Saya asumsikan Anda sudah mengerti dasar elektronika – jika tidak, saya sarankan untuk mengunjungi tukang reparasi UPS. Simak caranya berikut : Jika bagian Inverter : Bagian inverter ada dioda, elco, trafo step-up, dan mosfet(umumnya berpendingin/heatsink). Test masing-masing komponen diatas untuk mengetahui bagian mana yang rusak. Jika bagian regulator : Disana ada IC, transistor, dan relay. Sayangnya kalau yang rusak adalah IC, maka kemungkinan besar sulit mencari penggantinya – dan UPS Anda ternyata harus dirombeng. Namun cobalah untuk memeriksa relay(berwarna hitam dan bentuknya kotak, biasanya ada 4 buah), jika Anda mengerti elektronik, maka saya yakin Anda mengerti caranya. Sekali lagi saya ingatkan bahwa kerusakan UPS yang paling umum adalah karena baterainya sudah habis masa efektifnya. Sangat jarang kasus kerusakan yang terjadi pada bagian lain, kecuali karena habis ada lonjakan listrik secara tiba-tiba (bisa karena ada petir, atau masalah teknis).