• Bagi yang baru saja membeli UPS, pastikan terlebih dahulu men-chargenya kurang lebih sekitar 8 sampai 12 jam supaya performa baterai UPS bagus. Sama halnya dengan pemakaian baterai laptop yang mesti terisi sebelum dipakai.
  • Jika memakai UPS jenis analog yang tidak ada panel digital, pastikanlah untuk melakukan pemeriksaan secara berkala tentang impedansi tegangan yang masuk. Lihatlah apakah sudah sesuai dengan spesifikasi UPS. Akan tetapi apabila memakai UPS digital, dapat dilakukan pemeriksaan terhadap panel digital display. Lihatlah apakah tegangan VCC yang tertera sudah sesuai dengan spesifikasi UPS atau belum.
  • Pakailah UPS sesuai dengan spesifikasi dan beban yang pas serta seharusnya. Pemakaian UPS yang tak sesuai beban ataupun berlebihan maka akan berisiko akan mengakibatkan baterai cepat drop serta rusak. Beban yang disarankan biasanya hanya 50% dari yang tertera di UPS.
  • Sangat penting sekali untuk menjaga UPS supaya tak sampai kehabisan baterai ketika melakukan Back-up pada situasi gangguan listrik. UPS hanya bisa melakukan Back-up sekitar 15 sampai 30 menit. UPS akan langsung mati dengan seketika apabila terjadi gangguan listrik ataupun pemadaman walaupun suplai energi dari perangkat UPS baru berlangsung beberapa menit saja.
  • UPS yang memakai aki Kering sangat disarankan untuk diperiksa secara berkala pada kop tegangan yang masuk kutub panel aki. Pastikan bagian tersebut tak mengalami karat sebab bisa mengurangi kinerja konduktivitas suplai tegangan dalam regulator utama.
  • Lakukanlah restart dengan waktu selama 5 detik sesudah mematikan UPS. Jangan menghidupkan serta mematikan UPS secara tiba-tiba.
  • Ketika tengah dipakai, alangkah baiknya untuk mencabut sumber listrik guna menghindari panas yang terjadi secara terus menerus. Selain itu langkah ini pun berfungsi untuk menghindari panas terhadap stop kontak listrik UPS.
  • Kesalahan yang kerap dilakukan ialah menempatkan UPS dengan posisi yang salah yaitu dengan posisi tertutup di belakang komputer ataupun berdekatan dengan tembok, padahal UPS mesti ditempatkan di area yang tersirkulasi udara baik. Jadi tempatkan UPS di area yang cukup terbuka.
  • Tidak disarankan memakai UPS terhadap perangkat yang lain selain dipakai untuk komputer.

 

MEMBERSIHKAN UPS SECARA BERKALA

  • Vaccum Cleaner

Cara yang paling baik untuk membersikan UPS yaitu dengan mengunakan vaccum cleaner. Umumnya, UPS yang tidak dibersihkan akan mengalami penumpukan debu. Untuk menghindari kerusakan komponen didalam UPS, pengunaan vaccum cleaner sangat dianjurkan. Selain lebih effisen hingga ke sela-sela komponen hasilnya akan lebih bersih dan terawat

 

  •  Kemoceng atau sikat

Penggunaan kemonceng atau sikat cukup efektif untuk membersikan debu yang menumpuk pada ventilasi didalam mesin UPS. Penggunaan komonceng dapat menjangkau celah-celah pada papan board mesin UPS sehingga tingkat kebersihaanya cukup tinggi. Sikat juga dapat memebersikan kotor-kotoran yang melekat pada mesin UPS. Namun perlu diperhatikan, penggunaan sikat harus dilakukan secara hati-hati dan sikat digunakan harus berbahan halus karena merusak komponen mesin UPS.

 

  • Kain

Pengunaan kain untuk membersikan mesin UPS cukup mudah. Selain peralatan yang dibutuhkan cukup minimalis, bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun penggunaan kain tidak bisa menjangkau cela-cela yang sempit. Oleh karena itu, penggunaan kain hanya efektif dibagian yang mudah dibersikan. Penggunaan kain untuk membersihkan area yang berdebu juga sedikit karena debu akan menempel pada kain